Iklan

Cegah Stunting, Tuti N Roosdiono Ajak Masyarakat Banyubiru Untuk Hidup Sehat

Senin, 04 Desember 2023, Desember 04, 2023 WIB Last Updated 2023-12-04T14:38:26Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Ungaran|HarianWAWASAN.- , Stunting menjadi perhatian kusus bagi anggota DPR RI Tuti N Roosdiono, Untuk itu bersama BKKBN adakan Sosialisasi Promosi dan KIE Program Penurunan Stunting di Desa Ngrapah Kecamatan Banyubiru, Senin (04/12/2023). 


Salah satu program kerja kami di Komisi IX DPR RI untuk keluarga Indonesia adalah bagaimana kami dapat bersinergi dengan BKKBN untuk penguatan program penurunan stunting yang di targetkan secara nasional menjadi 14 persen pada tahun 2024. Pada tahun 2022 angka prevalensi stunting dari data Badan Pusat Statistik di Jawa Tengah masih mencapai 21,6% dan ini merupakan angka yang tergolong tinggi.


Tuti mengatakan bahwa masalah stunting perlu menjadi perhatian bersama yang harus melibatkan lintas sektor dan dukungan secara penuh dari masyarakat, karena anak yang stunting perkembangan kecerdasannya tidak bisa optimal sampai ia nanti dewasa. 


Tuti ajak masyarakat untuk  memperhatikan asupan gizi, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih. Tingkatkan perhatian kita terhadap kesehatan ibu hamil dan bayi serta Balita, salah satunya dengan asupan ASI ekslusif sampai 6 bulan. Menjaga kesehatan individu, keluarga dan masyarakat pada umumnya merupakan hal yang utama dalam menyambut bonus demografi pada tahun 2030 dan Visi Indonesia Emas pada tahun 2045.


Generasi muda juga harus cerdas dalam memilih dan mengkonsumsi makanan yang sehat dan gizi yang cukup untuk anak-anak kita agar nantinya tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yg kuat dan tangguh. 


"Tetap semangat agar keluarga sejahtera dapat dicapai, dan tentunya tidak lupa untuk selalu menjalankan protokol kesehatan dimanapun kita berada" tambah Tuti.


Sementara itu Dra. Dewi Pramuningsih perwakilan BKKBN Jawa Tengah mengajak masyarakat sadar penting nya memperhatikan asupan gizi , perencanaan perkawinan agar nantinya anak- anak Indonesia bebas Stunting .


"Jangan sampai karena salah perhitungan, anak cucu kita Stunting", terang Dewi(Tri)

Komentar

Tampilkan

Terkini