Iklan

Investasi Bodong Menghantui Masyarakat Indonesia: Literasi Keuangan dan Peran OJK

Minggu, 24 Maret 2024, Maret 24, 2024 WIB Last Updated 2024-03-24T12:25:35Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Rolis Samudra alias Nolek,selaku ketua PP KOPASMA

UNGARAN|HAarianWAWASAN-Investasi bodong atau ilegal terus mengancam masyarakat Indonesia tanpa pandang bulu, merugikan baik kalangan awam maupun yang berpendidikan tinggi, Minggu (24/3/24).


Menurut Rolis Samudra alias Nolek,selaku ketua PP KOPASMA, literasi keuangan tidak selalu berkorelasi dengan tingkat pendidikan, karena banyak yang tergoda oleh janji keuntungan besar dalam waktu singkat.


Nolek menekankan pentingnya keberpihakan dalam berinvestasi, mengingat maraknya kasus investasi bodong dengan iming-iming menggiurkan, saat mendampingi korban investasi bodong di rumah makan bebek & ayam goreng MAS BUDI Suruh.


Bahkan, korban investasi bodong seringkali berasal dari kalangan tokoh publik dan petinggi perusahaan, termasuk mereka yang berpendidikan tinggi.


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan literasi keuangan, mulai dari pendidikan anak-anak di PAUD hingga memberikan akses informasi produk keuangan melalui learning management system. 


Namun, meskipun upaya pencegahan terus dilakukan, kasus investasi ilegal masih terus muncul, menggoda kalangan dosen dan mahasiswa dengan tawaran investasi online yang merugikan.


Menurut Nolek, fenomena ini disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang ingin cepat kaya dan budaya Fear of Missing Out (FOMO) yang memengaruhi konsumsi anak muda. Tingkat literasi keuangan dan literasi digital masyarakat Indonesia masih rendah, sehingga banyak yang belum mampu membedakan informasi yang benar dan tidak benar, meskipun akses informasi sudah terbuka lebar.(Aam)

Komentar

Tampilkan

Terkini